Rabu, 04 Januari 2012

SISTEM GERAK MANUSIA

Kita dapat berdiri, berjalan, berlari dan berdiri tegak karena kita memiliki sistem gerak. Sistem gerak pada manusia meliputi tulang dan otot. Tulang sebagai alat gerak pasif dan otot sebagai alat gerak aktif.
1.  TULANG
  Tulang manusia membentuk rangka yang memiliki fungsi untuk:
·         Untuk menegakkan berdirinya badan.
·         Sebagai pelindung bagian yang penting seperti otak, mata, jantung, usus, dan lain-lain.
·         Memberi bentuk badan.
·         Sebagai tempat melekatnya otot.
·         Sebagai alat gerak pasif.
·         Sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih, khususnya di dalam sumsum tulang.
Macam tulang:
a. Berdasarkan jenisnya tulang dibedakan menjadi 2 yaitu:
Tulang Keras
Tersusun atas banyak zat kapur dan sedikit zat perekat
Tulang Rawan
Tersusun atas sedikit zat kapur dan banyak zat perekat. Umumnya terdapat pada bayi yang nantinya akan mengalami pengerasan (penulangan atau osifikasi) sehingga ketika dewasa sebagian besar tulang adalah tulang keras kecuali pada daun telinga, cuping hidung, trakea.
b. Berdasarkan bentuk tulangnya tulang dibedakan menjadi 3 yaitu:
Tulang Pipa
Berbentuk seperti pipa panjang. Contoh: tulang hasta, tulang pengumpil, tulang paha, tulang kering, tulang betis
Tulang Pipih
Berbentuk lempengan tipis. Contoh: tulang penyusun tengkorak, tulang belikat, tulang rusuk
Tulang Pendek
Berbentuk ruas-ruas pendek. Contoh: tulang penyusun tulang belakang
Gambar diperoleh dari http://argatriono.blogspot.com/

Rangka Manusia Terdiri dari:
a. Rangka kepala (tengkorak)
1 buah tulang dahi, 2 tulang ubun-ubun, 2 tulang kepala belakang, 2 tulang baji, 2 tulang pelipis, 2 tulang rahang rahang atas, 2 tulang rahang bawah, 2 tulang pipi, 2 tulang langit-langit, 2 tulang hidung, 1 tulang lidah
Gambar diperoleh dari http://argatriono.blogspot.com/

b. Tulang Badan
Tulang Belakang:
7 ruas leher, 12 tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, 4 ruas tulang ekor
Tulang Dada
Terdiri dari 3 bagian yaitu bagian hulu, bagian badan dan taju pedang
Tulang Rusuk
7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu, 2 pasang rusuk melayang
Gambar diperoleh dari http://argatriono.blogspot.com/

Gelang Bahu
2 tulang belikat, 2 tulang selangka
Gelang Panggul
2 tulang usus, 2 tulang duduk, 2 tulang kemaluan
c. Tulang Anggota Gerak
Lengan
2 tulang lengan atas, 2 tulang pengumpil, 2 tulang hasta, 16, tulang pergelangan tangan, 10 tulang telapak tangan, 28 ruas tulang jari tangan
Gambar diperoleh dari http://smart-pustaka.blogspot.com/

Tungkai
2 tulang paha, 2 tulang tempurung lutut, 2 tulang kering, 2 tulang betis, 14 tulang pergelangan, 10 tulang telapak kaki, 28 ruas tulang jari kaki

PERSENDIAN
Tulang-tulang yang menyusun kerangka, berhubungan antara yang satu dengan yang lain
sehingga membentuk persendian. Berdasarkan sifat gerakan dari persendian, maka sendi
dapat dibedakan menjadi sendi mati, sendi kaku, dan sendi gerak.
1. Sendi Mati (sinartrosis)
Sendi mati adalah hubungan antara tulang-tulang yang tidak dapat digerakkan. Contoh:
hubungan antara tulang-tulang tengkorak.
2. Sendi Kaku (amfiartrosis)
Sendi kaku adalah hubungan antara tulang-tulang yang memungkinkan sedikit gerakan
(gerakan sangat terbatas). Contoh: hubungan antara tulang dada dan tulang rusuk, hubungan
antara tulang-tulang pergelangan tangan dan kaki, hubungan antara ruas tulang belakang.
3. Sendi Gerak (diartrosis)
Sendi gerak adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan tulang
secara bebas. Contoh: hubungan antara tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, hubungan
antara tulang jari-jari tangan dan kaki, hubungan antara tulang paha dengan tulang kering, dan
lain-lain.
Berdasarkan arah gerakannya sendi gerak dapat dibedakan menjadi:
a. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah hubungan antara dua tulang di mana bonggol tulang yang satu sendi
berbentuk seperti bola (peluru), sedangkan bonggol tulang yang lain berbentuk seperti cawan
sehingga menimbulkan gerakan tulang ke segala arah. Contoh: hubungan tulang antara tulang
lengan atas dengan tulang lengan bahu, hubungan antara tulang paha dengan tulang gelang
panggul.
b. Sendi Putar
Sendi putar adalah hubungan antara tulang-tulang di mana yang satu dapat berputar
mengitari tulang yang lain. Seperti pada hubungan tulang atlas dan tulang pemutar pada leher,
sehingga kepala kita dapat berputar ke kiri dan ke kanan. Contoh: hubungan antara tulang
hasta dengan pengumpil, sehingga dapat menggerakkan telapak tangan menelungkup atau menengadah.
c. Sendi Engsel
Sendi engsel mempunyai gerakan tulang ke dua arah yang menyerupai engsel pintu. Contoh:
hubungan antara tulang lengan atas dengan lengan bawah yang disebut persendian siku,
hubungan antara tulang paha dengan tungkai bawah yang disebut persendian lutut hubungan
tulang-tulang pada jari tangan dan jari kaki.
d. Sendi Pelana
Sendi pelana adalah hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain sehingga
memungkinkan terjadinya gerakan tulang ke dua arah. Contoh: hubungan antara tulang telapak tangan dengan ibu jari.

2. OTOT
1. Macam-macam Otot
Berdasarkan susunan dan fungsinya, otot dibedakan menjadi:
a. Otot lurik (Serat Lintang)
Otot ini tersusun atas sel-sel yang berbentuk serabu tdan di bagian tepi mengandung inti. Jika dilihat di bawah mikroskop akan tampak bagian yang gelap dan terang seperti lurik. Oleh karena itu, disebut otot lurik atau disebut otot seran lintang karena bagian gelap dan terang
arahnya melintang. Serabut-serabut otot merupakan kumpulan dari selsel
otot sehingga membentuk jaringan. Serabut-serabut otot bergabung menjadi satu dan dibungkus dengan selaput fasia propia menjadi berkas otot yang lebih besar. Berkas-berkas otot bergabung menjadi satu kesatuan lagi dan dilapisi selaput yang disebut fasia superfisialis. Gabungan otot ini akan membentuk daging yang di bagian tengahnya terjadi pembesaran disebut empal, sedangkan di bagian-bagian ujungnya disebut tendon (urat). Ujung tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut origo sedangkan yang melekat pada tulang dan bergerak disebut insersi. Sifat-sifat otot lurik adalah sistem kerjanya dipengaruhi oleh kehendak kita, cara kerjanya cepat dan cepat lelah, gerakannya tidak teratur, inti sel lebih dari satu dan letaknya di tepi.
b. Otot jantung
Otot pada jantung tersusun dari sel-sel otot yang bergaris melintang seperti lurik yang terdiri dari serabutserabut otot membentuk berkas otot, sedangkan intinya terdapat di tengah dan terletak pada dinding jantung. Otot jantung memiliki sifat-sifat yang menunjukkan sifat gabungan antara otot lurik dan otot polos. Otot jantung berbentuk serabut memanjang bercabang-cabang seperti otot lurik, namun cara bekerja otot jantung di luar kesadaran seperti otot polos. Gerakannya teratur dan tidak cepat lelah. Jika gerakan jantung tidak teratur, jantung akan mudah rusak. Jantung adalah organ tubuh yang paling vital. Oleh karena itu, harus selalu dijaga kesehatannya. Faktor-faktor penyebab gerakan jantung tidak normal adalah terkejut, takut, marah, olahraga yang tidak teratur, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, minum-minuman keras, dan merokok.
c. Otot polos
Otot polos tersusun dari sel-sel otot polos,bentuknya polos, tidak memiliki bagian yang gelap danbagian yang terang. Sel-sel otot hanya mempunyai satuinti. Otot polos banyak menyusun organ-organ tubuh,misalnya dinding usus, dinding saluran kelenjar, saluranpernapasan, saluran pencernaan, dinding lambung,saluran ekskresi, dinding pembuluh darah dan getah
bening, hati, ginjal, dan limfa.

Perbedaan Otot Polos, Lurik, dan Jantung

PEMBEDA
OTOT POLOS
OTOT LURIK
OTOT JANTUNG
Bentuk
gelendong
serabut
serabut
Jumlah inti sel
1
banyak
banyak
Letak inti sel
Di tengah
Di pinggir
Di tengah
Cara Kerja
Tak sadar
Sadar
Tak sadar
Letak
Organ dalam tubuh misal usus, lambung
Otot yang melekat pada rangka tubuh
Jantung


CARA KERJA OTOT
Gerakan otot rangka adalah hasil kerja otot secara
berpasangan. Saat satu otot dari pasangan tersebut
berkontraksi, otot yang lain berelaksasi, atau kembali pada
panjang semula. Bila suatu berkas otot berkontraksi, otot
menjadi lebih pendek, berdiameter lebih besar, dan lebih
keras . Sebaliknya bila berkas otot berelaksasi, maka otot
menjadi lebih panjang, berdiameter lebih kecil, dan lebih
lunak.
Otot berpasangan
Otot bekerja berpasangan untuk mendorong terjadinya gerakan. Sebagai misal, pada manusia otot-otot bisep dan trisep bekerja berlawanan. Kerja kedua macam otot ini
bersifat antagonis. Ujung otot bisep melekat pada tulang belikat yang merupakan bagian yang tidak bergerak (origo). Ujung lainnya melekat pada tulang pengumpil, yang merupakan tulang yang digerakkan (insersio). Otot-otot trisep melekat pada tulang yang dan belikat (origo). Ujung lainnya melekat pada tulang hasta (insersio). Dalam hal ini tulang hasta adalah bagian yang bergerak. Radius Otot bisep disebut juga sebagai fleksor, karena otot ini membengkokkan sendi. Saat bisep berkontraksi, otot ini menarik tulang pengumpil sehingga membengkokkan sendi engsel pada siku. Untuk meluruskan tangan, terjadi proses sebaliknya. Saat otot trisep berkontraksi, tulang hasta ditarik ke arah bawah, dan bisep berelaksasi. Hasilnya tangan menjadi lurus. Otot trisep disebut sebagai ekstensor karena meluruskan sendi. Dua macam otot bisa bekerja tidak berlawanan atau bersifat sinergis. Contoh dari otot-otot sinergis adalah otot bisep dengan otot lengan bawah. Kedua macam otot ini sama-sama berkontraksi saat lengan membengkok.

GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM GERAK MANUSIA
1. Riketsia
Riketsia terjadi karena kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor dari darah hingga pengerasan tulang. Penyakit ini terjadi pada anak. Riketsia menyebabkan tulang kaki tumbuh membengkok
2. Osteoporosis
Osteoporosis disebabkan karena kekurangan mineral. Osteoporosis umumnya terjadi pada orang dewasa. Orang tua biasanya menghasilkan lebih sedikit hormon, sehingga
osteoblast sebagai pembentuk tulang kurang aktif, dan massa tulangpun jadi berkurang. Tulang yang kekurangan mineral menjadi rapuh dan mudah patah.
Fraktura (patah tulang)
Meskipun kuatdan lentur, tulang-tulang bisa patah. Patahnya tulang disebut fraktura. Fraktura tertutup terjadi jika tulang patah tetapi bagian ujung yang patah tidah
menembus kulit. Fraktura terbuka terjadi jika ujung tulang yang patah keluar menembus kulit. Dalam masa penyembuhan, ujung patahan tulang harus saling ditempelkanPeriosteum akan membuat sel-sel tulang baru. Jaringan tulang baru yang tebal (disebut kalus) terbentuk di sekitar patahan menutup keretakan. Jaringan yang bertambah tebal tersebut hilang saat tulang kembali ke bentuk semula dengan bantuan osteoklast. Penyembuhan patah atau retaknya tulang selalu dibantu dengan pembalut agar tidak mudah bergeser.
3. Artritis
Artritis adalah penyakit sendi. Penderita penyakit ini mempunyai tulang rawan sendi yang rusak. Kerusakan ini menyebabkan sendi menjadi sakit dan bengkok. Kadang kadang sendi yang terkena artritis tidak dapat digerakkan. Rematik adalah salah satu bentuk artritis
4. Lordosis, Kifosis, dan Skoliosis
Lordosis
Lordosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan ke arah depan di bagian pinggang. Orang yang mengalami kelainan ini pinggangnya
terlihat lebih menonjol ke depan. Lordosis bisa disebabkan karena perut penderita yang terlalu besar (misalnya karena hamil atau kegemukan), riketsia, atau karena kebiasaan yang salah.
Kifosis
Kifosis merupakan kelainan dengan melengkungnya tulang belakang yang berlebihan di bagian dada ke arah belakang. Penderita kifosis tubuhnya terlihat bungkuk. Kifosis bisa disebabkan karena, penyakit (misalnya TBC dan riketsia) atau kebiasaan duduk yang salah.
Skoliosis
Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping. Skoliosis bisa disebabkan oleh polio atau kebiasaan duduk atau berposisi yang salah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar